Bukan persoalan mencintai apa yang dilakukan, atau banyaknya jenis kegiatan yang dijalani, tapi konsisensi melakukan sesuatu sebenarnya lebih kepada inisiatif dari dalam pribadi untuk disiplin mengerjakan apa yang telah ditentukan sendiri. Susahnya kalau datang dari diri sendiri, kita (kita?? pakai aku aja ah…), aku cenderung “lebih mampu” menawar-nawar diandingkan bila berhadapan dengan pihak lain atau yang tidak hidup tapi berjalan, WAKTU!!
Read more…
Eric Uneq-uneq
Gempa kembali datang. Setelah ribut-ribut soal rendang, Malaysia kyanya mengerahkan semua dukunnya buat bikin gempa biar agak tenang sedikit mereka. Gak ada hubungannya hehe…
Kalau dulu sewaktu masih di lab, laporan gempa gini biasanya langsung dengar dari dosen beberapa saat gempa terjadi tapi sekarang bisanya dengar dari berita doang. Ngeri juga karena katanya bangunan ambrol, nyawa melayang, listrik padam dan (untungnya) tidak potensi terjadi tsunami yang bisa menyapu bersih kebaikan dan keburukan dalam sekejap.
Alam bicara, di aspek dimana teknologi tak dapat menjangkau.
Kuasa Yang Maha menunjukkan kembali absolutismenya.
Berlari, menangis dan berdoa lebih mendalam tersadar bahwa tiada rencana yang sempurna.
Menampar hati setiap saudaranya yang masih menutup matanya untuk mengulurkan tangan lebih panjang.
Duka terdalam bagi keluarga korban.
Doaku untukmu saudaraku…
Eric De El El
Sedikit sibuk akhir-akhir ini, bahkan untuk blogging pun ga sempat. Bukannya ga sempat, males aja kali ya waktu udah habis dengan kegiatan yang ga jelas hehe..
Sekarang ini internet kyanya sudah menjadi kebutuhan ya. Kalau dulu kan masih hanya jadi keinginan aja, “Wah, alangkah asiknya kalau bisa internetan setiap saat… hmmm”, jujur begitu dulu angan2ku sendiri. Dengan tarif yang mulai kompetitif baik itu volume based atau time based, sekarang dengan mudahnya setiap orang mengakses internet dari peralatan mobile. Masih terbayang gimana dulu beberapa teman “rajin” mengejar hotspot di tempat-tempat nongkrong dan itu menjadi salah satu nilai jual sangat ampuh bagi pelaku bisnisnya.
Kini di tempat yang ada hotspot-nya pun, beberapa orang kadang terlihat menggunakan dongle internet (ssst, termasuk aku) dengan alasan terlalu lambat kalau harus sharing dengan banyakan.
Read more…
Eric internet
Setelah 2 tahun (atau malah lebih?) melanglang buana kemana-mana (walaupun lebih banyak dunia virtual), yaaaa…. akhirnya ada waktu kosong sejenak buat nulis2 lagi. Perjalanan dimulai dari ngos2an ngemis minta dilulusin (di ujung tanduk buoy!!), sampai sekarang yang baru sadar 2 tahun ini ngapain aja ya? xixixi….
Koploknya, pas ngerjain TA dan udah dekat deadline DO (DropOut, yap DROP OUT!!!), malah sempat jalan2 ke Jakarta kantornya lupa namanya hehe… ngobrol2 tentang proyek di Dishub klo ga salah. Untung gak ketemu harga yg cocok (hhha…?), coba klo ketemu kyanya udah bye bye aja tuh gelar sarjana. Maklum, proyektor (baca: proyeker) hehe…
Banyak juga sih yang terjadi dalam 2 tahun ini. Kalau ditulis satu per satu kelamaan. Padahal sih intinya bukan cerita2 itu. Gak mau nulis panjang2, yang pasti setelah 2 tahun ini berjalan aku baru sadar, I HAVE TO MAKE MY OWN COMPANY NOW!!!

Eric De El El
Kali ini ngobrol ngalor-ngidul tentang epesi dulu.
Apa itu epesi framework lebih baik langsung menuju ke TKP aja kali ya. Dan aplikasinya, masih dalam beta, adalah epesi BIM (Business Information Manager). Silakan dilihat-lihat dan coba demonya di situs resmi epesiBIM.
Read more…
Eric epesi, internet