Internet Mobile
Sedikit sibuk akhir-akhir ini, bahkan untuk blogging pun ga sempat. Bukannya ga sempat, males aja kali ya waktu udah habis dengan kegiatan yang ga jelas hehe..
Sekarang ini internet kyanya sudah menjadi kebutuhan ya. Kalau dulu kan masih hanya jadi keinginan aja, “Wah, alangkah asiknya kalau bisa internetan setiap saat… hmmm”, jujur begitu dulu angan2ku sendiri. Dengan tarif yang mulai kompetitif baik itu volume based atau time based, sekarang dengan mudahnya setiap orang mengakses internet dari peralatan mobile. Masih terbayang gimana dulu beberapa teman “rajin” mengejar hotspot di tempat-tempat nongkrong dan itu menjadi salah satu nilai jual sangat ampuh bagi pelaku bisnisnya.
Kini di tempat yang ada hotspot-nya pun, beberapa orang kadang terlihat menggunakan dongle internet (ssst, termasuk aku) dengan alasan terlalu lambat kalau harus sharing dengan banyakan.
Sekarang internet mobile sudah menawarkan (semi) unlimited. Baik telkomsel, im2, dan sekarang makin banyak terutama (yang katanya) solusi murah internet mobile dari operator CDMA.
Pertama aku nyobain Telkomsel Flash unlimited yang paling murah. Kesannya, mantap! walaupun di EULA-nya speed 256 kbps hingga volume 2GB dan setelah itu turun ke 64 kbps, tapi kyanya hal itu ga pernah jadi kenyataan deh
Lalu muncul gebrakan prabayar versi Indosat dengan IM2. Nah, ini mulai rame peminatnya. Kalau mau dibilang, gerakan prabayar ini sebagai pionir “Internet for Everyone” Indonesia, menurutku. Semua berlomba-lomba dan internet bukan lagi barang mewah. Nyobain dengan pinjam ke teman dan jadi internet utamanya kantor, aku masih cenderung ke Flash walaupun no. telkomsel yang dipakai buat flash dulu sudah dijadiin no utama hape. Abis no-nya termasuk bagus dan mudah diingat wuekekekek..
Tapi dari kantor (yang satu lagi) dikasi ganti Telkomsel Flash, dan yang ini yang professional (eh, bener ga ya istilah versinya?)
Cuma bingung, sekarang kok IM2 malah ga ada lagi yg 100k, 125k juga jarang (males) keluarnya, yg rame sekarang versi 200k/bulan. Bukannya bandwidth makin murah ya?? Harus cari tahu lagi kelebihannya apa…
Sekarang, lagi nyobain internet mobile-nya CDMA. Pilihan jatuh ke MOBI dari Mobile-8 meski niat sebenarnya pengen cari IM2, atau Truff buat solusi “tidak mencekik” tiap bulan dengan keharusan. Maklum, kantong masih belum sehat banget hehe..
Agak ragu sebenarnya kalau mau beli yang paketan. Jadinya beli modem dan perdana terpisah. Siapa tahu mau ganti ke provider lain. Melihat kesuksesan IM2 mode prabayar, provider CDMA pun seperti ikut2an dan memodif sedikit demi keleluasaan pelanggan. Semuanya pakai REG – UNREG melalui SMS. Kalau Mobi harus ngetik REG50, REG100, dst setiap bulannya; beda lagi dengan FlexiNet yang ada REG HARIAN atau REG MINGGUAN dan otomatis diperpanjang bila pulsa mencukupi.
Untuk percobaan, biasa lah aku pakai yang paling rendah dulu.
Kesan memakai Mobi setelah 2 minggu pakai, IT SUCKS!!!
Gak bisa buka web banyak2 sekaligus, dan 1 web tidak melebihi 4 CDN.
Yang katanya up to 153kbps ( ~ 19 KB/s), yakinlah unduh gak akan sampai 12 KB/s.
Putus sendiri kalau tidak ada aktivitas dalam beberapa waktu (kya koneksi GPRS aja, padahal janjinya kan UNLIMITED!!!)
Harus diakali dengan ganti proxy browser, ganti DNS ke openDNS, jalankan ping setiap saat biar gak keputus (keputus juga sih tapi masa konek-nya lebih lama lah, bisa itungan jam xixi)
Memang ini cocoknya buat aktivitas biasa sih; cek email, YM-an, facebook (bagi yang punya).
Gak cocok buat yg rutin unduh-unggah file2 gede, karena kalau coba transfer file >= 5MB, putus!!!
Abis tanggal 12 Okt. 2009, nyobain FlexiNet ah..
Untuk detail tentang mobi-nya ntar di postingan yg lain klo ada waktu dan ada niat hahaha









Dari speedy ke IM2, belajar sabar. Apa ada pilihan lain yang nggak lemot seperti IM2 di Semarang? Ada info?
Thnx
Halo Darma, salam kenal.
Kenapa pindah ke IM2?
Dari pengalamanku sebenarnya memang paling enak tuh speedy, kecuali untuk kebutuhan mobile. Untuk broadband sendiri, IM2 kyanya masih yg terbaik di luar memang luelet.
Tanya2 ke CS MOBI, mereka juga ternyata numpang ke jaringan IM2. Jadi mau pake MOBI ato Truf (Indosat) sebenarnya sama2 aja.
Mengakalinya sebenarnya jangan automatic pindah jaringan 3G ke GPRS (default memang iya) cuma sayangnya yg paling stabil koneksi GPRS pula. mungkin karena mereka melihat pasar GPRS, buat kebutuhan hape daripada dedicated connection WCDMA/HSPDA/++, yg lebih besar dan menguntungkan barangkali.
Entahlah, klo dihitung2 rasio dari antara investasi waktu dan biaya, koneksi kita memang masih sangat mahal.
Klo mau “sedikit” stabil, ga putus2, pake GPRS tapi klo mau cepat untuk kerja, WCDMA/HSDPA tapi sering matek. Pengalaman pake settingan koneksi 3G+ Only, gak pernah full 24 jam bisa mantengin terus koneksi. PASTI ADA PUTUSNYA BEBERAPA JAM!!!