Home > Geo, Internet > detikMap, Dari Satu Ke Yang Lain

detikMap, Dari Satu Ke Yang Lain

detikMap

Tampilan muka detikMap sekarang

Belum lagi “selesai” dengan versi kamap-nya, kini detikMap kembali muncul dengan tampilan baru dengan niat ingin lebih bagus tentunya. Tapi kalau dilihat lebih mendalam lagi, sebenarnya detikMap masih menggunakan out-of-box application dengan bug di sana-sini. Mereka me-make over baik dari sisi backend maupun frontend dan meninggalkan begitu saja aplikasi ka-map yang dulu. Padahal dari seorang teman yang pernah ngoprek abis kamap + xajax terdahulu,  aplikasinya sangat luar biasa.

Berikut perbandingan antara versi detikmap terdahulu dengan versi detikmap sekarang sepanjang sepengtahuan ku:

FITUR VERSI AWAL VERSI SEKARANG
GIS ENGINE Mapserver Geoserver
LAYERS TYPE WFS WMS + WFS (POI)
PORT 80 8000
FORMAT GIF/JPEG PNG
TILE FILESIZE 30 KB <est> 75 KB <est>
CACHE KAMAP Generated Python CGI TileCache
BACKEND PHP PHP + Python TileCache*
FRONTEND KAMAP MapFish Openlayers
JAVASCRIPTS +/- 100 KB <est> 1625 KB <est>
DATABASE DBase DBF + MySQL (POI) DBase DBF + MySQL (POI) <??>
LOADING SPEED Faster Slower

Beberapa penyebab lambatnya akses sekarang yang bisa kulihat adalah:

  1. Dokumen tidak di-gzip
  2. Terlalu banyak javascript (Openlayers, ExtJS, dhtmlXsuite) dan terpisah-pisah
  3. TileCache hanya sebagai interface, tidak dimanfaatkan secara maksimal
  4. Database (mungkin)

Hal ini menyebabkan beberapa tile tidak muncul (blank) karena resource habis. Kemungkinan besar ini terjadi karena untuk merender peta sangat berat dan membutuhkan resource server sangat besar padahal sudah coba diminimalisasi dengan beda server.
tilemap.detik.com:8000 untuk rendering peta dasar sedangkan map.detik.com untuk layer lainnya terutama layer POI.

Untuk koneksi sendiri sebenarnya tidak ada masalah. Dari hasil traceroute didapat cuma 6 hops pakai Indosat M2. Dan setelah menunggu lama, dengan firefox Extension diperoleh besar dokumen lebih dari 3MB o.0
Ini yang aku coba bandingkan dengan peta online yang aku bikin di maps.inderaja.com menggunakan OpenLayers dan jQuery sebagai rich UI frameworknya. Aku (end user) memperoleh besar dokument total 1.5MB setelah image peta terload semua. Server masih di luar negeri (lebih dari 10 hops) dan belum memanfaatkan TileCache serta kompresi jQuery dan jQuery UI dalam 1 file. Secara bertahap mungkin akan dikembangkan dan di-release ke publik setelah pakai server IIX yang oke.

Atau mungkin detiknya nih yang mau ku enhance sini detikMap nya? :D

Bookmark and Share
Categories: Geo, Internet Tags: , , , ,
banner1
  1. Lampu
    March 19th, 2010 at 22:43 | #1

    Yg lambat geoservernya. Tilecache nyampur dengan phpnya. Kalau ingin cepet http://map.detik.com/?c=detikmap&m=index&googlemode=1 hehe

  2. March 19th, 2010 at 22:57 | #2

    Wah, om Lampu tahu gini dalamnya…
    Om Lampu yang bikin ya om? hehe…
    Maksudnya kecampur gimana ya antara tilecache dengan php?
    Trus kok bisa lambat geoservernya? Bukannya seharusnya malah lebih cepat dibandingkan mapserver+kamap terdahulu ya?
    Technical blog-nya dong hehe

  3. Lampu
    March 22nd, 2010 at 15:42 | #3

    Lebih baik pake KaMap, daripada pake GeoServer. GeoServer “penuh dengan Bug”, bahkan sampai dengan versi yg terakhir…
    Dengan penuh menyesal saya sampaikan, GeoServer sucks :)

    MapServer is the BEST !

    waduh aku bukan blogger :)

  4. Lampu
    March 22nd, 2010 at 15:44 | #4

    Tapi OpenLayers support KaMap kan, jadi sebenarnya kalo mo dibalikin kembali masih bisa…

  5. Lampu
    March 22nd, 2010 at 15:55 | #5

    yg bikin anak detikcom

  6. March 26th, 2010 at 02:28 | #6

    owh, kirain in Lampu anak detikcom :)

    iya, aku juga bingung tuh kenapa harus “reinvent-the-wheel” lagi ya GIS Engine-nya?
    padahal klo mau Rich User Experience menggunakan OpenLayers dengan KaMap + Mapserver terdahulu hasilnya akan jauh lebih baik… hmm…
    ada kenalan ato koneksi ke detikmap ga om? biar konfirmasi hehe…
    ato mau ga join ngembangin maps.inderaja.com untuk public service yg powerfull untuk community Indonesia? Kolaborasi aja :D

  7. D10
    April 1st, 2010 at 12:07 | #7

    Yoi mas? Terpaksa kami pindah dari KaMap, karena ada beberapa bug di KaMap. Sebenarnya gitu aja sih. Bug muncul krn Bug. Kemudian KaMap komunitasnya banyak yg pindah ke OpenLayers, jd kita mengikuti arus saja. Semoga bermanfaat.

  8. April 8th, 2010 at 19:46 | #8

    Salam kenal Mas D10 (benar mas kan? :)
    Owh begitu ya…
    KaMap sebenarnya cukup bagus apalagi kalau pakai prinsip Google TMS yang me-precache semua generated petanya. Hal ini yang menyebabkan Google Maps kencang banget karena selain di server, image juga dicache di proxy, ISP dan “local” server Google.
    Namun perkembangan OpenLayers (oleh MetaCarta) yang membuat mereka memperkaya sistem javascript API yang lebih OOP hanya untuk User Experience.
    Intinya sih, mengembangkan apa yang sudah ada, tidak langsung alih teknologi. Menurut pendapatku sih ya.

    Jadi gimana nih tawaranku, mau kolaborasi?? hehe…

  9. irland
    May 21st, 2010 at 10:17 | #9

    wah keren tentang detikmap-nya..
    eh mas D10 (yang ngembangin detikmap)..klo kita pake base-map google map itu bukannya kita harus bayar skitar 90 juta-an yah….katanya klo engga bayar..cuma di kasi jatah 1 juta hit…klo detikmap itu udah beli lisence-nya ato masi pake yang free..
    keren banget detikmap-nya…salut-salut

  10. June 21st, 2010 at 12:12 | #10

    Mas,
    Bisa minta materi tentang GIS?
    Saya anak SIG di sebuah Universitas Negeri di Jakarta.

Comment pages
1 2 113
  1. No trackbacks yet.

Switch to our mobile site