geohashGeohash, nah lho barang geo apalagi ini? Belum beres dengan belajar barang-barang geo yg lain, ataupun masih menunggu Foursquare ato Koprol meningkatkan keGEOannya, atau menunggu stabilnya geoserver detikMap, eh sudah ada alat bantu lain nih yg sama sekali baru dengar.
Kalau sudah terbiasa dengan layanan penyingkat URL semacam bit.ly, mungkin sudah tau apa itu hashing.
Dan kalau sudah terbiasa dengan flickr, twitter, foursquare ataupun koprol, mungkin sudah tau apa itu geotagging.
Ya, GeoHashing sebenarnya proses perpaduan keduanya yang dibutuhkan untuk menyingkat alamat URL yg berisi koordinat-koordinat ini. Tanpa panjang lebar, coba deh lihat penjelasan lebih detail di wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Geohash.

Geohash ini digagas oleh Gustavo Niemeyer untuk memperkuat proses Geocode itu sendiri.
Langsung ke contoh saja menggunakan Google Maps, pada halaman tersebut ada Link yg menghasilkan kira-kira seperti ini: http://maps.google.com/maps?ll=-6.884504,107.608166&z=15 yang akan membawa kita ke seputaran Dago, Bandung. Fasilitas permalink di OpenLayers juga akan menghasilkan URL yang kira-kira sama untuk mempermudah pencantuman geolokasi pada dokumen apa pun.

Idenya cukup sederhana, hampir sama dengan program hashing lainnya namun geohash membutuhkan lat,lon,alt sebagai parameter. Sebagai contoh bisa menggunakan fasilitas GeoHash.org dengan memasukkan geocoordinate ataupun alamat untuk di-geocode. Dalam hal ini kita masukkan LatLon dari URL di atas: -6.884504 107.608166 (bila menggunakan pemisah koma seperti -6.884504,107.608166 akan otomatis dikonversi menjadi spasi).
Hasil hash menghasilkan alamat URL baru: http://geohash.org/qqu8bdtyu52j yang akan menuju pada lokasi yg sama dengan pranala pada laman Google Maps di atas.

Namun implementasi-nya ternyata belum banyak dilakukan meskipun sudah banyak library yg mendukung ini (PHP, Java, Python, Ruby, dll). Ini mungkin karena masih adanya limitation yg cukup menggangu yg bekerja untuk sistem Mercator atopun khatulistiwa (Equator). Prosesnya juga masih sangat bergantung independen pada yang membangun sistem. Namun kalau pendapat ku pribadi sih bukan masalah yg mengganggu karena saat ini saja, tidak ada yg mempermasalahkan penyingkatan yg dilakukan oleh bit.ly maupun goo.gl haruslah sama untuk URL yg sama.

Kegunaannya tentu banyak. Selain untuk data mining semisal Foursquare ataupun Koprol yang mengkoleksi kepadatan pada suatu lokasi (rapidity) dalam rentang waktu tertentu, juga akan sangat membantu dalam proses REST atau bentuk API lainnya semisal GeoJSON, GeoRSS, KML/KMZ, GPX, dan lainnya (mudah2an ada waktu dan mood membahas ini secara khusus). Sebagai gambaran seperti ini, Google membatasi besaran file KML maksimal adalah 10MB dan KMZ 1MB. Melebihi itu diyakini dapat membuat aplikasi (web dan desktop, Google Earth) bisa hang untuk parsing data. Dengan besar file yang sama, metoda hashing ini akan banyak membantu dan dapat memuat lebih banyak titik dalam 1 file.

Metoda ini tidak terbatas pada point saja. Untuk polygon atau polyline sekalipun, yg memiliki LatLon pair, metoda ini dapat juga diterapkan. Bagi yang sudah terbiasa melakukannya, tentu tahu apa yg aku maksud. Tapi sekali lagi, mudah2an ada waktu dan mood untuk posting mengenai persoalan format geodata ini deh :)

Sekarang apa menurut pendapat kalian soal geohash ini?
Apa akan sangat membantu dan banyak digunakan atau malah membuat repot karena harus melakukan proses parsing-memparsing data lagi yg notabene membutuhkan kinerja komputer/server lebih besar?

Freelance Web Developer